Maharani : Hey, everyone! Thank you for coming to my party
Aulia : It’s a very kind of you for having us here, Maharani. Happy birthday, by the way
Egha : We are really glad to come here. Happy birthday, Maharani
Ramdhan : Yeah, your party is really nice. Happy birthday, Maharani
Maharani : Thank you, everyone. I’m very happy to have you here too. By the way, have you enjoyed the food? Would you like some tart cake? I have tart cake from my parents.
Ramdhan : Oh, really? Is that okay? I would love to have some
Aulia : Oh, thank you, Maharani. Please, don’t bother
Egha : Thank you, Maharani. It’s okay. Thank you for the offer
Ramdhan : Well… if nobody likes it, maybe you can get some for me, Maharani
Aulia : Oh, don’t be so ravenous, Ramdhan! You have just eaten many sweets.
Ramdhan : Oh… but….
Maharani : Hahaha. Its okay… it’s okay, guys. I really don’t mind. Okay, wait a minute, I’ll get the cake.
Egha : Oh forgive Ramdhan, Maharani. We’re sorry for troubling you.
Ramdhan : Yes, thank you, Maharani. Just a tiny slice will be okay.
Maharani : Hahaha. It’s alright, guys. Okay, enjoy the party while I’m going for the cake. (Maharani going to bring the cake)
Ramdhan : Hey, I drank a very fresh smoothie right there. Do you want some smoothies?
Aulia : Really? Yes, I want some!
Egha : Oh no thank you. I get cough. I think I’m not going to drink cold drinks for a while.
Ramdhan : Well, there is a hot chocolate drink. Shall I help yourself to some hot chocolate?
Egha : Oh really? Thank you, Ramdhan. That’s a very kind of you.
Ramdhan : No problem. Okay, I will get the drinks. You two wait here for Maharani.
Egha : Alright. Thank you, Ramdhan.
Ket:
Red = Offering
Blue = Accepting
Rabu, 18 September 2013
Kamis, 09 Mei 2013
Naskah Drama Cinderella
NASKAH DRAMA
CINDERELLA
v Ary
Istiqomah = Ibu Tiri & Peri
v Egha
Rhiyanti Putri = Cinderella
v Finny
Chairunnisa = Alice
v Mila
Maulidah = Julie
v Rizki
Adi Putra = Penjaga/Pengawal
v Rizky
Safutra = Pangeran
CINDERELLA DRAMA SCRIPT
Pada
suatu hari, ada seorang wanita cantik yang bernama Cinderella. Dia tinggal
dengan keluarga tirinya. Tetapi keluarga tirinya memperlakukannya seperti
seorang pembantu.
Alice :
Cinderella.... Cinderella.... Ciderella.... !
Cinderella : Iya aku datang. Mengapa kamu memanggilku?
Alice :
Lihat itu, lantai kotor. Bersihkan cepat!
Julie :
Tidak, tidak, tidak, Cindrella aku lapar sekarang, buatkan aku makanan terlebih
dahulu!
Alice :
Julie! lantainya kotor!
Julie :
Alice! Aku lapar!
Alice :
Aku tidak peduli. Lantainya kotor.
Cinderella : Bolehkah aku mengatakan sesuatu?
Alice&Julie : TIDAK!
Ibu Tiri : Apa yang terjadi disini?
Alice&Julie : Tidak bu, tidak ada apa-apa.
Julie :
Lihat itu! Ada tikus!
Ibu Tiri : Bunuh sekarang!
Cinderella : Jangan bunuh dia, biarkan dia pergi.
Ibu Tiri : Cinderella, apakah kamu yakin?
Cinderella : Ya, aku yakin ibu. Jika kita membiarkan dia pergi, dia
tidak akan kembali lagi.
Ibu Tiri : Oke, biarkan dia pergi. Sekarang bersihkan lantai lalu
buatlah makanan, cepat! Dan
kamu tidak bisa makan malam karena sudah
membiarkan tikus tadi pergi!
Cinderella : Iya ibu.
Ini biasa terjadi sehari-hari. Setiap
harinya Cinderella mendapatkan hukuman yang besar.
Pada
suatu hari, di sebuah istana megah ada seorang pangeran yang sangat tampan.
Orang tuanya sangat menginginkan dia segera menikah, tetapi dia selalu tidak
mau.
Setelah dua minggu, pangeran telah
menemukan jawabannya. Dia telah siap menikah dan orang tuanya telah menemukan
cara untuk menemukan pendamping hidup pangeran. Seluruh penjaga ditugaskan
untuk menyebarkan informasi kepada semua rumah di sekeliling kerajaan itu untuk
datang ke pesta. Datanglah seorang penjaga kerumah Cinderella.
Penjaga :
Perhatian, untuk seluruh wanita di negara ini. Pangeran mengundang anda untuk
datang ke pesta. Setiap wanita boleh datang
ke pesta dansa itu. Pesta akan diadakan
pada hari sabtu, malam minggu ini.
Terimakasih atas perhatian anda.
Cinderella yang sangat ingin datang ke
pesta itu sayangnya ibu tirinya tidak mengizinkannya. Dan Cinderella diberikan
banyak tugas yang sangat berat. Cinderella merasa sangat sedih. Dia ingin
sekali datang ke pesta itu, tetapi dia tidak bisa melakukannya karena ibu
tirinya tidak mengizinkannya dan ia diberi banyak tugas.
Cinderella : Ibu, saya telah selesai membersihkan lantai.
Ibu tiri : Baiklah, sekarang bersihkan jendela!
Cinderella : Tapi aku telah mengerjakannya selama tiga jam, bu.
Ibu Tiri : Jangan banyak bicara. Kerjakan lagi!
Cinderella merasa sangat sedih karena
ia telah mengerjakan tugas tersebut. Tiba-tiba, seorang peri datang padanya.
Peri yang ingin membantu Cinderella.
Cinderella : Oh, Tuhan. Aku ingin sekali datang ke pesta itu. Tetapi aku
masih harus
menyelesaikan tugas ini. Hei, siapa kamu?
Ibu peri : Jangan takut. Aku hanya seorang peri. Aku datang untuk
membantumu.
Cinderella : Terimakasih ibu peri.
Ibu peri : Sekarang tutup matamu.
Cinderella : Iya ibu peri.
Ibu peri : Lihatlah dirimu Cinderella. Sekarang, kamu dapat pergi
ke pesta itu.Tapi ingat,
Kamu hanya bisa sampai pukul 12 tengah malam
ini. Lewat dari itu, kamu akan
berubah seperti semula. Jadi, kamu harus
pulang sebelum lonceng berbunyi.
Cinderella : Baik ibu peri, tapi bagaimana dengan tugas-tugasku?
Ibu peri : Jangan khawatir. Saya akan mengerjakan tugasmu. Sekarang
kamu pergi cepat.
Cinderella : Baik ibu peri.
Ketika
Cinderella datang ke pesta itu. Pangeran sangat terkejut melihat kedatangannya
dan ia merasa jatuh cinta. Cinderella tampak seperti seorang Putri cantik dari
istana lain.
Alice :
Maukah kau berdansa denganku?
Pangeran : Maaf, aku tidak bisa. Terimakasih atas tawaranmu.
Alice :
Oke, aku bisa berdansa dengan teman-temanku.
Julie :
Lihatlah aku! Dia akan berdansa denganku!
Alice :
Tidak mungkin. Aku lebih cantik darimu!
Julie :
Apa yang kamu katakan? Kamu lebih cantik dari ku?Aku yang lebih cantik darimu.
Lihat aku!
Julie :
Maafkan saya pangeran tampan. Maukan kau berdansa denganku?
Pangeran : Maaf, tapi aku tidak bisa. Terimakasih atas tawaranmu.
Julie :
Tetapi kenapa kau tidak bisa?
Pangeran :
Terimakasih, maaf tapi aku tidak bisa berdansa sekarang. Terimakasih atas tawarannya.
Julie :
Iya pangeran.
Alice :
Lihatlah dirimu. Pangeran tidak ingin berdansa denganmu!
Julie :
Tapi saya bisa bebicara dengan pangeran lebih lama dari mu!
Alice :
Tetapi dia hanya berkata Terimakasih, maafkan aku, kemudia berkata lagi!
Julie :
Diam kamu!
Cinderella :
Maaf aku terlambat.
Penjaga :
Jangan khawatir. Ayo, mari saya antar ke ruang pesta.
Cinderella :
Terimakasih.
Penjaga : Ya
sama-sama.
Pangeran : Oh
tuhan, terimakasih kau telah mendatangkan seorang wanita cantik.
Pangeran : Hei,
maukah kau berdansa denganku?
Cinderella :
Tentu.
Cinderella dan pangeran berdansa sangat romantis. Dan
saudara tirinya iri kepada mereka.
Alice :
Lihat itu. Sebenarnya kita bisa seperti itu dengan pangeran.
Julie :
Apa yang kamu katakan? Kita? Kau pikir hanya aku yang bisa melaukan itu.
Alice :
Lihatlah dirimu. Kau jelek.
Julie :
Tapi aku lebih cantik darimu!
Alice :
Tidak!
Julie :
Iya!
Alice :
Itu tidak benar!
Julie :
Lihat itu.
Pangeran : Hei,
kau terlihat cantik. Bolehkah saya bertanya sesuatu?
Cinderella :
Tentu.
Pangeran :
Bolehkan saya tau siapa namamu?
Cinderella :
Tentu saja. Nama saya...
(Lonceng Berbunyi)
Cinderella : Oh,
maaf pangeran aku harus pulang sekarang.
Pangeran :
Tidak. Kau harus menjawab dahulu.
Cinderella :
Maafkan aku, pangeran.
Cinderella yang pulang terburu-buru. Pangeran merasa sedih.
Dan untungnya, sepatu kaca
Cinderella tertinggal sebelah ketika ia melarikan diri.
Penjaga :
Jangan sedih, pangeran. Anda bisa mendapatkan dia lagi. Lihat itu, sepatu
kirinya tertinggal. Anda dapat menemukan pemiliknya.
Pangeran :
Briliant, terimakasih. Hentikan pesta ini dan kita akan mencarinya besok.
Penjaga :
Baik pangeran.
Pada hari berikutnya, pangeran dan penjaganya mencari-cari
pemilik sepatu kaca tersebut. Tetapi,
tidak ada yang dapat menggunakannya. Kemudian, mereka datang
kerumah Cinderella.
Penjaga :
Permisi... permisi... permisi.
Ibu tiri :
Tunggu aku datang. Oh pangeran, mengapa kau datang kesini?
Penjaga :
Pangeran ingin mencari pemilik sepatu ini. Apakah anak anda datang ke pesta
tadi malam?
Ibu tiri :
Oh, ya. Mereka datang ke pesta itu.
Penjaga :
Panggillah mereka sekarang.
Ibu Tiri :
Alice! Julie! Cepat kesini!
Alice&Julie :
Mengapa kau memanggil kami, bu? Oh pangeran.
Penjaga :
Baik, cobalah ini.
Julie :
oh, ya. Aku yang pertama Alice.
(Julie tidak bisa menggunakannya)
Alice :
Lihatlah. Aku adalah sang putri.
(Alice tidak bisa menggunakannya juga)
Pangeran : Hei,
siapa kamu?
Cinderella : Aku
Cinderella.
Pangeren :
Siapa dia?
Ibu tiri :
Hanya seorang pembantu.
Pangeran :
Cobalah.
Ibu tiri :
Tetapi pangeran, dia hanyalah seorang pembantu.
Pangeran : Saya
tidak peduli.
(Cinderella bisa menggunakannya)
Penjaga :
Wonderful! Pangeran, dia adalah seorang wanita yang kau cari.
Pangeran :
Cinderella, maukah kau menikah denganku?
Cinderella :
hmm, tapi...
Pangeran : hmm,
kenapa? Jika itu yang terbaik bagimu, mengapa tidak?
Cinderella :
Baik, pangeran. Terimakasih.
Pangeran : Saya
akan melakukan apa saja untukmu.
Ibu tiri :
Cinderella, sekarang kamu dapat hidup bahagia dengan dia da tinggal di istana.
Kami mohon maaf atas perlakuan kami kepadamu.
Cinderella :
Jangan khawatir. Aku telah memaafkan kalian sejak pertama. Dan aku ingin kau
tinggal di istana bersama kami.
Julie :
Oh, Cinderella. Kamu adalah seorang wanita sempurna. Terimakasih banyak
Cinderella.
Pangeran :
Cinderella, mari kita pergi.
Cinderella :
Baik pangeran.
Akhirnya, Cinderella dan pangeran
menikah. Dan Cinderella hidup bahagia bersama pangeran.
***
Rabu, 24 April 2013
Arti sebuah cerita cinta
“Tak
ada yang bisa kubayangkan selain dirimu” –egharhiyanti
Mungkin,
dulu aku tidak benar-benar mengerti cinta. Tetapi saat aku merasakan pahitnya
cinta, aku baru mengerti tentang hal itu. Pahit yang kurasakan, ditinggalkan
oleh seorang mantan kekasihku tanpa ku tau alasan yang sebenarnya dia
mengakhiri hubungan kami. Aku terus memikirkannya seolah-olah aku masih
memilikinya. Selalu ku tanyakan kabarnya kepada teman-temannya. Dan suatu
kalimat “ia baik-baik saja” sudah membuatku lega. Seminggu setelah kepergiannya
aku merasakan kesepian yang tak terkalahkan. Kesepian itu bernama tanpa-Nya,
yang membunuhku secara perlahan. Hatiku hampa, tak ada seorang pun yang mampu
mengisi hatiku. Aku tak pernah memperdulikan seseorang yang mencintaiku,
walaupun cinta itu tulus dari hatinya. Hanya satu yang aku takutkan dari cinta,
yaitu kesakitan. Kesakitan yang pernah ku rasakan tak ingin lagi kurasakan
kembali. Butuh bertahun-tahun lamanya bagiku untuk menghilangkan perasaan yang
begitu tulus.
Hati
ini lelah untuk terus berjuang. Lelah untuk terus tersenyum dalam tangis.
Butiran air mata yang selalu membasahi pipiku selalu ku sembunyikan dengan
beribu alasan supaya tak ada seorang pun yang tau sakit yang kurasakan. Aku
hanya bisa memendam perasaan itu. Kukumpulkan setumpuk rasa sakit itu tanpa
seorang pun yang mengetahuinya. Seringkali ku berbicara bahwa aku baik-baik
saja, walaupun hati ini sebenarnya terluka. Luka yang ada di hati yang sangat
dalam yang sangat susah untuk ku sembuhkan.
Berkali-kali
ku coba untuk membuka hatiku untuk orang lain, tetapi tetap saja tidak bisa.
Sampai pada saatnya aku menemukan seseorang yang mampu membuatku jatuh cinta
kepadanya. Perasaan ini hanya tertuju padanya, entah apa yang harus ku katakan.
Dia yang mampu membuka pintu hatiku lagi dan langsung terisi olehnya.
Kapasitasku memang hanya seorang adik kelas, tapi perasaanku melebihi dari
seorang adik kelas. Yap mulai kalian tebak dia adalah seorang kakak kelasku
yang benar-benar belum ku kenal sebelumnya. Tetapi sejak perkenalan kami
melalui sebuah pesan singkat-BBM. Membuat kita mengenal satu sama lain. Dan
sudah dijelaskan disaat awal, dia yang mampu mengisi hatiku. Sebelum ada dia
hidupku gelap tak ada satu pun cahaya yang mampu menerangi, tetapi saat
kedatangan dia, dia mampu merubah semuanya. Hari-hariku menjadi lebih berwarna,
semangat belajarku untuk pergi ke sekolah semakin bertambah, rasa untuk
meninggalkan sekolah ketika bel pulang sekolah berbunyi menjadi suatu hal yang
paling ku benci.
Sampai
pada saatnya aku dapat menjadi bagian dari hidupnya. Senang yang begitu membara
di hati ini membuatku semakin gila dibuatnya. Senyum ceria yang selalu ku
keluarkan tiap harinya, tak ada tangis ataupun air mata yang keluar. Bagaimana
tidak bahagia jika orang yang kita cintai akhirnya menjadi milik kita. Hari
demi hari perasaan ini semakin bertambah untuknya,walaupun ada sedikit rasa
kecewa tetapi kekecewaan itu sudah tertutupi oleh rasa sayang yang kupunya. Tetapi
semua itu hanya beberapa saat karena ada suatu hal yang tidak bisa ku jelaskan
disini yang membuat kami berpisah. Dengan segala ketidakpastian yang selalu
menggrogotiku, aku harus tetap melepaskannya. Semuanya berjalan dengan cepat.
Sapa manjanya, tawa renyahnya, cerita lugunya, dan segala hal yang membuat
otakku penuh karenanya. Aku masih merasakan udara yang sama. Masih berdiam di
tempat yang sama. Tapi yang kurasakan tak lagi sama. Dua minggu lamanya
hubungan ku dengannya. Sangat singkat memang, tetapi itu bisa membuatku merasa
bahagia. Sehari setelah kejadian itu, air mataku selalu membasahi pipiku. Hati
ini hancur dan tidak dapat ku deskripsikan bagaimana perasaan ini. Sebenarnya,
aku tidak ingin semuanya berakhir. Tetapi perpisahan harus terjadi, untuk
kebaikan hubungan kami. Tidak dapat kupungkiri dan tak harus menyangkal diri,
bahwa selama rentan waktu tanpanya aku merasa ada sesuatu yang hilang.
Tetapi,
perpisahan itu tidak menjadi alasan untuk ku berkomunikasi dengannya. Rasa yang
begitu tulus untuknya, membuatku masih memberikannya perhatian-perhatian kecil
walaupun ia tidak dapat menyadarinya. Saat tepatnya dua bulan aku berpisah dengannya,
hari itu sangatlah special karena aku menghabiskan waktu dengannya hingga larut
malam. Membuat kenangan baru yang semakin membuatku sulit untuk menghilangkan
perasaan ini. Sudah ku katakan sejak awal, dapat disimpulkan bahwa aku tidak
mudah melepaskan sesorang yang begitu aku cinta. Dia, dia adalah seorang kakak
kelas yang mampu mengubah kehidupanku. Walaupun kini dia sudah bukan menjadi
milikku lagi, tetapi cahaya yang dia berikan masih terlihat jelas dihatiku.
Untuk
mantan kekasihku,
Aku
rindu kita yang dulu, yang sering berbicara tentang hal bodoh melalui pesan
singkat-BBM. Dan aku rindu saat dimana kita saling menghabiskan waktu bersama.
Harapanku kini, kita dapat bersatu lagi walaupun hanya sebatas adik-kakak.
Langganan:
Postingan (Atom)